Batman Begins - Help Select AZHAR | JUST FOR SHARING
1. Masuk ke Regedit ( Start - Run - Regedit )
2. Buka [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion] Cari ProductID Klik 2x Nanti Muncul Menu Edit String Nahh tinggal tambah angka 1 :



Contoh : 00371-OEM-8992671-00004 diubah menjadi 00371-OEM-8992671-000041
 
3. Tinggal Klik Ok
4. Beres Dah !!!
 




















 
 
  UPDATED ada masukan dari salah satu temen FB :
 
 
Nih Alasan Mengapa PC Anda Kena Banned 14 Hari oleh Pihak Gemscool  >> walaupun PC tersebut nda pernah nyentuh yg namanya Cheat !!
 
kan GEMSCOOL menerapkan sistem auto banned ? yg dimana BANNEDnya bkn lagi di MAC ADDRESS atau IP melainkan di WINDOWS KEYnya

tau kan WINDOWS KEY ?? yg itu yg pas mau install ulang minta Product Key apalah itu <<< yah disini lah letak permasalahannya

mungkin ente pake WINDOWS KEY yg sama ama yg pengguna cheat jadi ikut ketuler bannednya ama ente !!!
Contoh Kecilnya : anggaplah anda lagi kerumah sakit,, pengen sembuhin penyakit alay anda dengan jarum suntik cap gajah,,, ehh tau2nya tuh jarum suntik pernah dipake ama orang yg terkena penyakit pantat bisulan ( tapi ente gak tau ) :v ,,,  ehhh entenya main sambar ajah pake tuh jarum suntik bekas,,, ehhh ikut ketuler deh penyakit bisulannnya
Keterangan dari contoh diatas :
  - Jarum Suntik diumpamakan WINDOWS KEY
  - Penyakit Bisulan diumpamakan BANNED 14 Hari :v

untuk selanjutnya silahkan dilanjutin sendiri,,, MAAF klw nda jelas atau ada yg salah

15 Peralatan Canggih Sehari-Hari (Gadget) Yang Tak Lama Lagi Akan Merubah Dunia

peralatan teknologi canggih
Beberapa peralatan yang kita gunakan sehari-hari (Gadget) sudah mulai menggunakan materi berukuran mikro, bahkan nano dan berukuran makin lama kian kecil. Dengan ukuran yang sedemikian praktis ini, maka akan membuat keseharian kita akan lebih dimudahkan olehnya.
Dari sekian banyak peralatan tersebut, kami akan membahas 15 saja diantaranya, mulai dari perangkat yang memang Anda dapat digunakan sehari-hari, atau sekedar perangkat hobby, pengisi luang waktu, hingga perangkat yang dapat menciptakan perangkat lainnya, atau bahkan perangkat yang dapat menciptakan bagian dari tubuh anda!
Peralatan penunjang keseharian nan canggih ini juga memiliki ukuran yang beragam, dari yang hanya sekecil koin hingga yang sebesar mobil. Berikut ke-15 peralatan canggih yang dapat mengubah dunia tak lama lagi tersebut:

15. Google Glass

Tampaknya kita akan dapat segera memakai semua gadget ini. Kacamata Google (Google Glass) adalah juara yang sejati dalam kebanyakan grafik teknologi di hari ini dan ada alasan yang baik untuk itu. Terus terang saja, pada saat itu Google sebenarnya belum mencurahkan seluruh idenya, namun akhirnya dibuat juga.
Sepertinya masa depan adalah saat ini, karena kita akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi real-time tentang segala sesuatu di sekitar kita dari seluruh penjuru dunia dengan alat mungil ini hampir pada kondisi apapun.

14. Pebble SmartWatch

Waktu adalah sesuatu yang mengontrol hidup kita, dan jam tangan adalah aksesori yang harus dimiliki bagi kebanyakan dari kita. Namun, dengan adanya telepon pintar (smartphone) yang mengambil alih dunia, maka semakin sedikit orang yang menggunakan jam tangan sebagai indikator waktu.
Jam tangan Pebble, juga dikenal sebagai jam pertama pada abad ke-21 ini telah berubah semua itu. Perangkat ini dapat dipakai dan mampu terhubung dengan telepon pintar iPhone serta Android dan menawarkan berbagai fungsi seperti video player, getaran diam untuk panggilan masuk, GPS, MP3 player, dan banyak lagi kemampuan lainnya.

13. Oculus Rift

Mencapai efek virtual reality telah menjadi tujuan yang serius bagi banyak pengembang gadget selama dua dekade terakhir. Kini waktunya telah tiba, sebuah tim di Oculus Rift akhirnya telah membuat langkah penting untuk menuju tujuan besar ini, yaitu virtual reality head-mounted display.
Disampaikan oleh beberapa veteran industri game terbesar seperti John Carmack (Doom, Quake), maka “headset” canggih ini dirancang untuk efek yang dapat menghanyutkan dan mendalam serta sangat cocok untuk bermain gaming.

12. MYO

Anda mungkin telah mencoba untuk bermain game menggunakan kontroler Wii. Bahkan anda mungkin berpikir bahwa alat canggih itu tidak ada yang bisa menciptakan lebih baik daripada Wii, tapi itu bisa.
MYO adalah game yang menggunakan gelang tangan (armband) canggih dan mampu mengambil data dari reaksi dan aktivitas semua otot Anda lalu data itu di transfer tanpa kabel ke layar.
MYO adalah innovative computer controller device monitoring electrical activity and transforming it into commands yang hebat dan dapat digunakan pula untuk mengendalikan hal-hal lainnya. Wow!

11. Leap Motion

Dengan adanya telepon pintar multi sentuh (multi-touch smartphone) yang dapat memasuki kehidupan kita di setiap hari hanyalah masalah waktu sebelum teknologi ini digunakan di komputer biasa.
Alat ini adalah realita teknologi yang maju, bagaimana teknologi “gerak lompatan” (Leap Motion) telah datang menjadi kenyataan. Dengan adanya perangkat ini maka akan memungkinkan si pengguna untuk mengoperasikan komputer dengan jari saja.

10. OUYA

Tahun 2013 menjadi tahun dimana banyak pendanaan dengan layanan seperti Kickstarter yang masuk dihampir semua berita. Proyek OUYA juga didanai oleh penggemar yang menyukai gagasan mini-konsol dan dioperasikan oleh OS Android yang telah dimodifikasi.
Para pemodal tersebut telah memberikan dana kepada pengembang sekitar US$ 8.5 juta dollar AS untuk tujuan ini, dan mereka telah membuat OUYA menjadi kenyataan. Sejumlah game yang mendukung OUYA tumbuh setiap hari, sehingga sejauh ini masa depan gadget ini terlihat cukup terang.

9. MakerBot Replicator 2

Pernahkah anda ingin mencetak sebuah mobil? Yup, ini bukan lelucon. anda dapat  benar-benar melakukan hal ini dengan bantuan dari salah satu printer 3D (tiga dimensi) yang paling terjangkau, yang dapat meniru hampir segalanya!.
Satu-satunya hal yang harus anda diingat adalah, bahwa anda perlu membuat programnya terlebih dahulu. Karena hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh alat ini secara otomatis, segala perintahnya harus diprogram lebih dahulu, barulah alat ini akan mengerjakannya karena alat ini tak dapat melakukan apa yang akan anda cetak dengan sendirinya.

8. 3D Bioprinting Machine

Alat canggih ini dapat menciptakan organ dari ketiadaan menjadi kenyataan! Inilah alat “bio-printer” pertama. Alat super canggih dan modern di bidang kedokteran dan biologi ini dapat membuat dan membangun kulit, sel, dan elemen vital manusia lainnya.
Namun sayangnya untuk saat ini, teknologi tersebut masih terjangkau hanya bagi beberapa orang berkantung tebal saja, karena untuk mencetak hasil dari satu 3D bio-printer saja berharga ratusan ribu dolar Amerika. Wow!

7. Chaotic Moon Helmet

Helm yang luar biasa ini akan berguna bagi siapa pun yang memilih bersepeda dari pada bermacet ria dengan mobil. “The Chaotic Moon Helmet” ini dilengkapi dengan sejumlah mini-kamera mengesankan yang mampu merekam segala sesuatu yang terjadi di sekitar Anda.
Tak hanya pada pesawat terbang, helm ini bagaikan “blackbox” di sepeda anda. Helm ini tentunya juga akan sangat berguna jika ada seseorang menabrak sepeda Anda dan pelaku tersebut mencoba untuk melarikan diri tanpa diketahui.

6. Water-Producing Billboard

Saat ini papan reklame atau papan iklan (billboard) telah menjamur dan ada di mana-mana, bahkan kebanyakan orang cukup terganggu dan sebal oleh iklan-iklan tersebut. Banyak papan iklan tak memiliki kontribusi yang baik bagi lingkungannya.
Namun akhirnya, beberapa pengiklan benar-benar mencoba untuk melakukan sesuatu yang berguna, Smart Billboard atau Papan Iklan Pintar. Kini Universitas dari Peru, University of Engineering and Technology of Peru (UTEC) telah mengembangkan sebuah billboard menakjubkan yang mampu menghasilkan sekitar 26 galon air setiap hari! Nice job!

5. TrakDot

Hampir semua orang telah menjadi korban kelalaian maskapai penerbangan yang mengakibatkan hilangnya bagasi atau tas penumpang seantero dunia. Jadi jika anda tidak ingin lagi menjadi salah satu dari mereka, ada gadget kecil yang hebat, yang akan mengubah pengalaman perjalanan Anda selamanya: the TrakDot.
Benda mungil ini mampu melacak bagasi Anda dengan tablet, komputer, atau ponsel cerdas (smartphone) milik Anda sendiri. Hanya dengan meletakkan perangkat itu ke dalam tas Anda, maka Anda siap untuk berpergian tanpa kehilangan tas atau bagasi Anda lagi.

4. Tesla Car

Kendaraan apa yang cepat, aman untuk digunakan, berjalan oleh bahan bakar listrik, dan terlihat benar-benar cantik? Yup, mobil Tesla.
Beberapa produsen mobil berlomba untuk mewujudkan kemampuan dan impian segenap warga dunia. Namun hanya ada beberapa yang menyanggupinya dengan kemampuan dan kriteria tinggi tertentu, dan inilah yang membuat para produsen mobil untuk saling berkompetisi.
Namun Tesla telah dinobatkan sebagai Mobil Tahun Ini (Car of The Year) oleh MotorTrend. Pembuatan mobil pintar ini oleh Tesla adalah salah satu mobil yang paling diinginkan di Amerika Serikat dan benar-benar, diseluruh dunia.  Apakah Anda ingin sebuah Tesla parkir di garasi Anda?

3. Tooth Censor

tooth-sensor
Anda mungkin sering mendengar lelucon tentang dokter gigi, dan kebanyakan orang tidak menyukai mengunjungi dokter gigi. Jadi apa yang dapat dilakukan jika Anda benar-benar ingin menjaga gigi Anda agar tetap sehat tanpa harus pergi ke dokter gigi untuk pemeriksaan yang terlalu sering atau berkala?
Berikut adalah kabar baik untuk Anda, bahwa: ilmuwan di Princeton dan Tufts telah mengembangkan sebuah sensor khusus gigi, Tooth Censor. Benda kecil mungil yang canggih ini akan dapat mengingatkan Anda setiap saat, dikala ia mulai mendeteksi bakteri yang mampu membahayakan bagi gigi Anda. Jadi kedepannya, kemungkinan gigi rusak atau sakit sangat-sangat minim.

2. Retinal Prosthesis System

Selama ini, jutaan orang di seluruh dunia telah menderita masalah penglihatan. Obat modern menawarkan beberapa cara untuk memulihkan penglihatan, tapi sayangnya pengobatan tersebut tidak dapat diterapkan untuk semua kasus.
Namun, ada cara lain untuk membantu masalah ini. Sebuah perusahaan bernama Second Sight telah mengembangkan perangkat unik yang canggih.
Second Sight adalah  extra-sensory vision of future events or of things or events at a remote location, alat ini akan terhubung ke otak melalui saraf optik dan mengirimkan semua informasi data visual dengan cara ini. Maka masalah penglihatan dapat ditanggulangi. Wow, canggih kan?

1 Electronic Clothes

Electronic ClothesSemakin banyak gadget yang menjadi populer setiap tahunnya namun tak satu pun dari mereka yang mampu berjalan tanpa energi. “Cacat kecil” ini merusak semua kesenangan. Apa yang dapat kita lakukan untuk masalah ini?
Nah, Rafael Rozenkranz telah membuat panggilan tentang cacat kecil tadi, dengan penemuannya: pakaian yang mampu mengubah energi kinetik (energi gerak) menjadi energi listrik untuk digunakan oleh perangkat favorit Anda.
Yup, energi kinetik yang telah anda buang karena berjalan ataupun jogging, ternyata oleh alat ini dapat diubah dan digunakan kembali menjadi energi listrik untuk pemakainya.
Bentuk pakaian pun dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi pemakainya. Mulai dari pakaian jogging hingga seragam polisi, pendaki gunung, pelaut, hingga petualang, dan pakaian lainnya dimana energi listrik masih dapat digunakan walau berada dilingkungan yang jauh dengan listrik. Metode recycle atau daur ulang energi yang sangat modern khan?
Tiada energi yang terbuang percuma, mirip teori para ilmuwan selama ini, bahwa sejatinya energi tak dapat dihilangkan walau tampaknya “seperti hilang”, namun energi itu hanya berubah menjadi energi lainnya, tinggal bagaimana manusia memanfaatkan energi itu. Hebat! (source: Top 15 Gadgets That Will Change the World Soon / pictures: news.nster.com)

Asal Mula Nama: Indonesia


Pada zaman purba, kepulauan Indonesia disebut dengan berbagai macam nama. Dalam catatan Tionghoa, kawasan kepulauan tanah air ini dinamai Nan-Hai (Kepulauan Laut Selatan).
Berbagai catatan kuno India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta ‘dwipa’ (pulau) dan ‘antara’ (luar/seberang).
Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebutnya Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Bahkan, sampai sekarang jemaah haji kita masih sering dipanggil “jawa” oleh orang Arab, meskipun orang luar Jawa sekalipun.
Dalam bahasa Arab, Sumatera disebut Samathrah, Sulawesi disebut Sholibis, Sunda disebut Sundah, dan semua pulau itu dikenal dengan Kulluh Jawi (semua Jawa).

Bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, kawasan yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok adalah “Hindia”.
Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan Indonesia memperoleh nama “Kepulauan Hindia” atau “Hindia Timur”. Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).
Pada masa penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang pada 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal juga dengan nama Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebut Kepulauan Indonesia, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (‘insula’ adalah bahasa Latin yang berarti pulau). Namun, nama Insulinde ini kurang populer.
Indiae Orientalis Insvlarvmqve Adiacienti, Abraham Ortelius, 1592 (Antique Maps & Prints of Indonesia)
Pada 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker, yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk Indonesia yang tidak mengandung unsur kata ‘india’. Nama itu adalah ‘Nusantara’, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.
Setiabudi mengambil nama itu dari Kitab Pararaton, kitab kuno Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad 19 yang lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada 1920.
Namun pengertian nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara pada masa Majapahit.
Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan “pulau-pulau di luar Jawa” (‘antara’ berarti luar/seberang dalam Sansekerta), dan Jawa disebut Jawadwipa.
Sumpah Palapa Gajah Mada juga berbunyi “lamun huwus kalah nusantara, ingsun amukti palapa” yang berarti “kalau pulau-pulau seberang telah kalah, barulah aku akan istirahat”.
Indiae Orientalis Nova Descriptio, Jan Jansson, 1647 (Antique Maps & Prints of Indonesia)
Oleh Dr. Setiabudi, kata ‘nusantara’ yang pada masa Majapahit berkonotasi penjajahan itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli ‘antara’, Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu ‘nusa di antara dua benua dan dua samudera’, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern.
Istilah nusantara dari Dr. Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif nama Hindia Belanda. Hingga kini, istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan Indonesia.
Pada 1847, di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia. Kemudian pada 1849, seorang ahli etnologi Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), bergabung dalam redaksi majalah tersebut.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations”.
Dalam artikelnya, Earl menegaskan sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain.
Zweitier Theil der Karte von Asien welcher China einen, Schraembl-Grosser Atlas, 1886
Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (‘nesos’ berarti pulau dalam bahasa Yunani). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”.
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa).
Earl juga berpendapat bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA volume IV itu juga, halaman 252-347, Logan menulis artikel “The Ethnology of the Indian Archipelago”. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago terlalu panjang dan membingungkan.
Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf ‘u’ digantinya dengan huruf ‘o’ agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.
Ketika mengusulkan nama “Indonesia”, agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini pun menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada 1884, guru besar etnologi di Universitas Berlin, Adolf Bastian (1826-1905), menerbitkan buku “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel” sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada 1864-1880.
Buku Bastian inilah yang mempopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam “Encyclopedie van Nederlandsch-Indië” tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.
Orang pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke Belanda pada 1913, beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama “Indonesische Pers-bureau”. Nama Indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917).
Sejalan dengan itu, sebutan inlander (pribumi) diganti dengan Indonesiër (orang Indonesia).
Pada 1922, atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk pad 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya:
“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik, karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya”.
Di Indonesia, Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada 1925, Jong Islamieten Bond membentuk Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”.
Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada Agustus 1939, tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat / parlemen Hindia Belanda); Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Namun, Belanda menolak mosi ini.
Ketika pendudukan Jepang pada 8 Maret 1942, secara otomatis lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Lalu pada 17 Agustus 1945, seiring dengan proklamasi kemerdekaan, lahirlah Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdiri sendiri tanpa penjajahan dari bangsa asing. (berbagai sumber)
Artikel ini juga di forward oleh forum kaskus.co.id